Pusat Modul Ajar
Modul ajar yang dibagikan guru-guru se-Indonesia. Cari, unduh, atau salin ke akun Anda — gratis.
Modul ajar yang dibagikan guru-guru se-Indonesia. Cari, unduh, atau salin ke akun Anda — gratis.
Modul Ajar · Kurikulum Berbasis Cinta (KBC)
Dibagikan oleh
Najib Yusuf — SD Jetschool
Salin ke akun saya membuat salinan yang bisa Anda ubah dan sesuaikan dengan sekolah Anda — gratis.
Pengetahuan Awal: Peserta didik kemungkinan sudah mengenal angka 1–10 dalam bahasa Arab, namun belum memahami aturan mudzakkar-muannats pada 'adad dan ma'dud. Sebagian mungkin hafal angka puluhan dan ratusan tanpa tahu pola kebalikan jenis.
Minat: Anak usia 17 tahun umumnya tertarik pada hal-hal praktis seperti harga barang, diskon, dan kegiatan jual beli. Mereka senang bermain peran sebagai penjual dan pembeli.
Latar Belakang: Peserta didik berasal dari keluarga muslim dengan latar belakang sosial ekonomi beragam. Sebagian terbiasa mendengar angka dalam konteks ibadah (rakaat, zakat) dan transaksi sehari-hari.
Kebutuhan Belajar:
Topik Panca Cinta: Cinta Ilmu Pengetahuan
Materi Insersi: Nilai cinta ilmu pengetahuan disisipkan dengan menumbuhkan rasa ingin tahu (curiosity) terhadap aturan bilangan dalam bahasa Arab. Guru mengajak peserta didik merenungkan bahwa ketelitian dalam ilmu (seperti membedakan 'adad dan ma'dud) adalah bagian dari ibadah, karena Allah menyukai keindahan dan ketepatan. Contoh perilaku nyata: peserta didik diminta untuk aktif bertanya, mencari pola sendiri, dan berbagi temuan dengan teman. Konsep Islami terkait seperti Hubbul Wathan minal Iman juga bisa dikaitkan saat membahas harga barang kebutuhan sehari-hari—cinta tanah air diwujudkan dengan cermat dan jujur dalam bertransaksi.
Jenis Pengetahuan yang Akan Dicapai:
Relevansi dengan Kehidupan Nyata Peserta Didik: Materi ini sangat relevan saat berbelanja di pasar, membaca label harga, memahami iklan, atau menghitung zakat. Peserta didik dapat langsung mempraktikkan dalam dialog sederhana.
Tingkat Kesulitan: Sedang. Alasannya, aturan kebalikan jenis antara 'adad dan ma'dud untuk bilangan 3–10 sering membingungkan, apalagi bila digabung dengan bilangan belasan dan puluhan.
Struktur Materi:
Integrasi Nilai dan Karakter: Ketelitian, kejujuran (dalam hitungan), rasa ingin tahu, kerja keras (menghafal pola), dan tanggung jawab.
Keimanan dan Ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa dan Berakhlak Mulia: terkembang melalui kesadaran bahwa sistematika bahasa Arab adalah tanda kebesaran Allah, dan penggunaan bilangan yang tepat mencerminkan akhlak mulia dalam muamalah.
Kewargaan: peserta didik belajar menghargai bahasa Arab sebagai bahasa Al-Qur'an dan bahasa persatuan umat Islam di Indonesia.
Penalaran Kritis: dilatih menganalisis pola bilangan dan membedakan aturan mudzakkar-muannats secara logis.
Kreativitas: peserta didik menciptakan kalimat deskriptif sendiri tentang harga barang atau kegiatan jual beli.
Kolaborasi: bekerja sama dalam simulasi transaksi dan diskusi kelompok untuk memecahkan soal.
Kemandirian: mampu menghafal dan menerapkan aturan bilangan secara mandiri dengan bimbingan minimal.
Kesehatan: (tidak langsung) namun dapat dikaitkan dengan pengelolaan waktu belajar agar tetap bugar.
Komunikasi: mampu menyampaikan informasi harga atau jumlah dengan bahasa Arab yang benar dalam percakapan.
Pada akhir Fase F, peserta didik memiliki kemampuan sebagai berikut:
Menyimak: mampu memahami informasi berupa bilangan (harga, jumlah) dalam teks lisan sederhana terkait tema sehari-hari.
Berbicara: mampu menggunakan 'adad dan ma'dud secara tepat dalam dialog sederhana tentang jual beli atau deskripsi.
Membaca: mampu memahami bilangan dalam teks tulis seperti daftar harga, iklan, atau paragraf deskriptif.
Menulis: mampu menulis kalimat sederhana yang mengandung 'adad dan ma'dud dengan aturan yang benar.
Matematika: konsep bilangan, operasi hitung, dan nilai tempat (satuan, puluhan, ratusan) sangat terkait dengan materi 'adad.
Ilmu Pengetahuan Alam: timbangan, suhu, dan ukuran dalam kehidupan sehari-hari sering melibatkan bilangan.
Ilmu Pengetahuan Sosial: kegiatan ekonomi di pasar (jual beli, tawar-menawar) menjadi konteks nyata penggunaan bilangan.
Pertemuan 1: Peserta didik dapat memahami aturan 'adad dan ma'dud untuk bilangan 1–10 dalam bentuk mudzakkar dan muannats, serta menggunakannya dalam kalimat sederhana. (2 JP)
Pertemuan 2: Peserta didik dapat menerapkan aturan bilangan 11–100 dalam kalimat deskriptif tentang harga barang, serta menunjukkan sikap cinta ilmu dengan aktif bertanya dan mencari pola. (2 JP)
Budaya Musyawarah dan Menghargai Perbedaan Pendapat: peserta didik dibiasakan berdiskusi saat menentukan apakah suatu angka termasuk mudzakkar atau muannats, serta saling menghargai jawaban teman.
Pembiasaan Doa dan Adab: sebelum belajar, peserta didik membaca doa dan mengucapkan bismillah; setelah selesai, mereka merefleksikan manfaat ilmu dan bersyukur.
Suasana Khidmat dan Semangat: ruang kelas ditata dengan poster bilangan Arab, dan peserta didik dimotivasi untuk terus belajar dengan antusiasme tinggi.
Model Pembelajaran: Discovery Learning
Pendekatan Deep Learning:
Metode Pembelajaran:
Strategi Pembelajaran Berdiferensiasi:
Topik Panca Cinta: Cinta Ilmu Pengetahuan Pembahasan: 'Adad (Bilangan) dan Ma'dud dalam Bahasa Arab
Asesmen diagnostik dilakukan di awal pertemuan pertama untuk menggali pengetahuan awal peserta didik tentang tata bahasa Arab, khususnya ‘adad dan ma’dud, serta huruf jar dan ‘aṭaf. Kegiatan ini juga bertujuan menumbuhkan rasa ingin tahu (Cinta Ilmu Pengetahuan) melalui pertanyaan terbuka.
Bentuk: Tanya jawab lisan secara klasikal.
Contoh pertanyaan:
Tujuan: Mengidentifikasi kesiapan peserta didik dalam menerima materi baru serta menanamkan kesadaran bahwa ilmu tata bahasa Arab adalah pintu untuk memahami Al-Qur’an dan hadis (Cinta Ilmu Pengetahuan).
Asesmen formatif dilakukan selama dua pertemuan untuk memantau perkembangan peserta didik dalam memahami dan menggunakan kaidah ‘adad, ma’dud, huruf jar, dan ‘aṭaf. Penilaian menekankan pada proses, bukan sekadar hasil.
Butir yang dinilai:
Berikut adalah tabel observasi sikap yang mengintegrasikan nilai Cinta Ilmu Pengetahuan:
| No. | Indikator Pengamalan Cinta Ilmu Pengetahuan | Skor (1-4) |
|---|---|---|
| 1. | Menunjukkan rasa ingin tahu dengan bertannya atau mencari informasi tambahan | |
| 2. | Tekun dan bersemangat dalam mengerjakan tugas-tugas kebahasaan (tidak mudah menyerah) | |
| 3. | Menghargai perbedaan pendapat dalam diskusi dan menerima koreksi dengan lapang dada |
LEMBAR KERJA PESERTA DIDIK (LKPD)
Nama: .................................................. Kelas: .................................................. Tanggal: ..................................................
Petunjuk Pengerjaan:
Lengkapilah tabel berikut dengan bentuk 'adad yang tepat (mudzakkar/mu'annats) sesuai dengan ma'dud yang diberikan.
| Bilangan | Ma'dud (Mudzakkar) | 'Adad yang tepat | Ma'dud (Mu'annats) | 'Adad yang tepat |
|---|---|---|---|---|
| 1 | قَلَمٌ | ................. | حَاسُوبَةٌ | ................. |
| 2 | كِتَابٌ | ................. | مَدْرَسَةٌ | ................. |
| 3 | طَالِبٌ | ................. | بِنْتٌ | ................. |
| 4 | مَكْتَبٌ | ................. | غُرْفَةٌ | ................. |
| 5 | بَابٌ | ................. | شَجَرَةٌ | ................. |
(Gunakan kolom yang disediakan untuk menuliskan 'adad dalam bahasa Arab: untuk 1 tulis وَاحِد atau Wahidah, dst.)
Buatlah 3 kalimat sederhana dalam bahasa Arab menggunakan bilangan 1–10 dengan ketentuan:
Contoh: عِنْدِي خَمْسَةُ كُتُبٍ (Saya punya lima buku).
Anak-anak salih/salihah yang dicintai Allah, mari kita renungkan sejenak. Allah Ta'ala berfirman dalam Al-Qur'an surat Yusuf ayat 2: إِنَّا أَنزَلْنَاهُ قُرْآنًا عَرَبِيًّا لَّعَلَّكُمْ تَعْقِلُونَ (Sesungguhnya Kami menurunkannya berupa Al-Qur'an berbahasa Arab agar kamu mengerti). Ayat ini mengingatkan kita bahwa bahasa Arab bukan sekadar pelajaran biasa, melainkan kunci untuk memahami Kalamullah. Dengan mempelajari nahwu (tata bahasa Arab), kita sedang menanamkan cinta kepada ilmu pengetahuan yang diridhai Allah. Ilmu nahwu adalah alat untuk menjaga makna ayat dan hadis agar tidak salah paham. Karena itu, setiap kaidah yang kita pelajari adalah bagian dari ibadah dan wujud syukur kita atas nikmat akal.
Dalam buku pelajaran kita, salah satu topik penting adalah 'adad dan ma'dud (bilangan dan yang dihitung). Perhatikan contoh dari buku halaman 7: untuk bilangan 1-2, 'adad dan ma'dud harus sama jenisnya (mudzakkar dengan mudzakkar, mu'annats dengan mu'annats). Misalnya, قَلَمٌ وَاحِدٌ (satu pena) dan جَلَسَةٌ وَاحِدَةٌ (satu jam). Sementara untuk bilangan 3-10, berlaku kaidah sebaliknya: jika ma'dud mudzakkar, 'adadnya mu'annats, dan sebaliknya. Contoh: ثَلاَثَةُ أَقْلاَمٍ (tiga pena) dan ثَلاَثُ جَلَسَاتٍ (tiga jam). Kaidah ini mengajarkan kita ketelitian dan kedisiplinan dalam berbahasa. Allah Maha Teliti, dan Dia menyukai hamba-Nya yang teliti dalam ilmu.
Ketika kita bersungguh-sungguh mempelajari nahwu, kita mengikuti jejak para ulama terdahulu. Kisah Abu al-Aswad ad-Du'ali rahimahullah patut menjadi teladan. Beliau adalah peletak dasar ilmu nahwu atas perintah Khalifah Ali bin Abi Thalib radhiyallahu 'anhu. Suatu hari, beliau mendengar seseorang membaca Al-Qur'an dengan lahn (kesalahan) pada ayat أَنَّ اللَّهَ بَرِيءٌ مِنَ الْمُشْرِكِينَ وَرَسُولُهُ (At-Taubah: 3) yang semestinya dibaca وَرَسُولُهُ dengan rafa', tetapi dibaca وَرَسُولِهِ dengan jar sehingga maknanya berubah. Sejak saat itu, beliau bertekad untuk menyusun kaidah-kaidah nahwu demi menjaga kemurnian Al-Qur'an. Inilah bukti cinta ilmu yang mendorong lahirnya disiplin ilmu yang sangat bermanfaat.
Pelajarilah nahwu dengan hati yang lapang dan penuh rasa ingin tahu. Setiap kaidah adalah mutiara yang akan membantu kita membaca kitab kuning, memahami khutbah, dan bahkan berdakwah dengan lebih baik. Jangan pernah merasa bosan, karena Rasulullah ﷺ bersabda: طَلَبُ الْعِلْمِ فَرِيضَةٌ عَلَى كُلِّ مُسْلِمٍ (Menuntut ilmu itu wajib atas setiap muslim). Ilmu nahwu adalah bagian dari fardhu kifayah yang mulia. Mari kita jadikan setiap pertemuan di kelas sebagai ladang pahala dan kesempatan untuk mendekatkan diri kepada Allah melalui ilmu-Nya.
Terakhir, ingatlah bahwa keberhasilan tidak datang instan. Butuh kesabaran dan pengulangan. Sebagaimana para ulama menghabiskan waktu bertahun-tahun untuk menguasai nahwu, kita pun harus konsisten. Mulailah dari hal-hal kecil, seperti menghafal tabel tasrif atau membuat kalimat sederhana dengan 'adad. Setiap langkah kecil akan membawa kita pada pemahaman yang lebih dalam. Semoga Allah memberkahi belajar kita dan menjadikan kita hamba yang cinta ilmu, khususnya ilmu bahasa Arab. Aamiin.
العدد والمعدود (al-'adad wa al-ma'dūd) : bilangan dan yang dihitung; kaidah tata bahasa Arab yang mengatur kesesuaian jenis (mudzakkar/muannats) antara angka dan kata benda yang dihitung. Mempelajarinya adalah wujud cinta ilmu karena membuka pintu pemahaman angka dalam Al-Qur'an dan hadis.
حرف الجر (ḥarf al-jarr) : huruf yang menyebabkan kata benda setelahnya beri'rab majrur (berakhiran kasrah atau fathah untuk mu'annats). Contoh: مِن، إِلَى، عَنْ، عَلَى، فِي، بِ، ل، كَ. Menguasai huruf jar membantu kita membaca teks Arab dengan benar dan mendalami makna ayat.
حرف العطف (ḥarf al-'aṭaf) : huruf yang menghubungkan dua kata atau kalimat, seperti وَ (dan), فَ (maka), ثُمَّ (kemudian), أَوْ (atau), بَلْ (bahkan), لَكِنْ (akan tetapi). Pemahaman ini memperkuat keterampilan menulis dan berbicara.
الفعل الماضي (al-fi'l al-māḍī) : kata kerja bentuk lampau yang menunjukkan kejadian telah selesai. Taṣrīf-nya berubah sesuai dhamir (kata ganti). Dengan mencintai ilmu, kita rajin melatih perubahan kata kerja agar mampu bercerita tentang pengalaman masa lalu.
الفعل المضارع (al-fi'l al-muḍāri') : kata kerja bentuk sekarang atau akan datang yang diawali dengan huruf mudhara'ah (أ، ن، ي، ت). Memahami pola tasrifnya adalah kunci untuk mengungkapkan kebiasaan dan rencana.
الاسم النكرة (al-ism an-nakirah) : kata benda umum yang belum dikenal atau belum tentu, biasanya bertanwin dan tidak diawali alif lam. Contoh: كِتَابٌ (sebuah buku). Ilmu ini mengajarkan kita tentang keumuman dalam konteks.
الاسم المعرفة (al-ism al-ma'rifah) : kata benda khusus yang sudah dikenal pasti, seperti yang diawali al, atau berupa dhamir, nama orang, isim isyarah, dll. Contoh: الكِتَابُ (buku itu). Membedakan nakirah dan ma'rifah penting untuk memahami teks secara tepat.
Risna Rianti Sari, Hasyim Amrullah. 2020. Bahasa Arab MA Kelas XI. Jakarta: Kementerian Agama RI.
Kementerian Agama RI. 2019. KMA Nomor 183 Tahun 2019 tentang Kurikulum PAI dan Bahasa Arab pada Madrasah. Jakarta.
Musthafa al-Ghalayini. 1911. Jami' ad-Durus al-'Arabiyyah. Beirut: al-Maktabah al-'Ashriyyah.
Muhammad Ma'shum bin Ali. 1165 H. al-Amtsilah at-Tashrifiyyah. Surabaya: Maktabah wa Mathba'ah Salim Nabhan.
Emilia, Emi. 2012. Pendekatan Genre-Based dalam Pengajaran Bahasa Inggris: Petunjuk untuk Guru. Cetakan ke-2. Bandung: Rizqi Press.
Topik Panca Cinta: Cinta Ilmu Pengetahuan Pembahasan: Huruf Jar dan Huruf 'Athaf
| 4. | Mengaitkan materi tata bahasa dengan manfaatnya dalam kehidupan sehari-hari atau ibadah (misalnya membaca Al-Qur’an) |
| 5. | Menunjukkan kebiasaan membaca dan menulis bahasa Arab dengan teliti |
Rubrik skor:
Nilai sikap diperoleh dengan rumus:
Asesmen sumatif dilakukan di akhir pertemuan kedua untuk mengukur pencapaian kompetensi peserta didik secara menyeluruh. Asesmen ini terdiri dari dua bentuk: proyek/produk akhir dan tes tertulis.
Tugas: Membuat sebuah teks deskriptif sederhana (3-5 kalimat) tentang "Pasar Tradisional" atau "Kegiatan Sehari-hari" yang memuat:
Rubrik Penilaian Proyek:
| Aspek | 1 (Kurang) | 2 (Cukup) | 3 (Baik) | 4 (Sangat Baik) |
|---|---|---|---|---|
| Ketepatan penggunaan ‘adad dan ma’dud | Banyak kesalahan (≥4) | Beberapa kesalahan (2-3) | 1 kesalahan | Semua tepat |
| Ketepatan penggunaan huruf jar | Tidak menggunakan atau sangat salah | 1 huruf jar tepat, lainnya salah | 2 huruf jar tepat dengan sedikit kekurangan | Semua tepat dan variatif |
| Ketepatan penggunaan huruf ‘aṭaf | Tidak menggunakan atau salah | 1 huruf ‘aṭaf tepat | 2 huruf ‘aṭaf tepat | Tepat dan efektif |
| Kesesuaian isi dengan tema | Tidak sesuai | Kurang sesuai | Cukup sesuai | Sangat sesuai dan kreatif |
| Kerapian dan harakat | Tidak rapi, banyak harakat salah | Rapi, beberapa harakat salah | Rapi, harakat sebagian benar | Sangat rapi, harakat benar semua |
Tes tertulis berbentuk isian singkat dan uraian, terdiri dari 5 soal. Contoh:
Pedoman Penskoran Tes Tertulis:
Rumus Nilai Akhir:
Dengan asesmen ini, diharapkan peserta didik tidak hanya menguasai kaidah, tetapi juga mencintai ilmu bahasa Arab sebagai bagian dari cinta kepada Al-Qur’an dan sunnah.
Jawablah pertanyaan berikut dengan jujur dan penuh kesadaran.
Apa yang paling menarik dari pelajaran bilangan ('adad) hari ini? Mengapa? ................................................................................................................................................................................................................
Bagaimana semangat cinta ilmu pengetahuan (Cinta Ilmu) dapat membantumu dalam mempelajari tata bahasa Arab? ................................................................................................................................................................................................................
Tuliskan satu komitmenmu untuk terus belajar bahasa Arab dengan sungguh-sungguh sebagai wujud cinta kepada ilmu. ................................................................................................................................................................................................................
Paraf Orang Tua: ..................................................
Nilai: ....................